Laboratorium adalah bagian integral dari bidang
akademik (bukan bagian dari rumah tangga atau administrasi), maka manajemen
laboratorium perlu direncanakan seiring dengan perencanaan akademik (program
dan anggarannya). Peranan laboratorium sangat besar dalam menentukan mutu
pendidikan karena laboratoriumlah yang menghasilkan karya-karya ilmiah yang
membanggakan, yang tak dapat dihasilkan oleh institusi lainnya. Sehingga bagi
perguruan tinngi yang bermutu, laboratorium menjadi bagian yang dikedepankan.
Manajemen
laboratorium adalah kemampuan dan keterampilan khusus untuk
melakukan suatu kegiatan di laboratorium, baik bersama orang lain maupun melalui
orang lain dalam mencapai tujuan tertentu. Dalam manajemen laboratorium
terkandung pengelolaan terhadap laboratorium sebagai tempat praktikum yang
secara rinci terdiri dari alat dan bahan kimia, sarana prasarana laboratorium,
dan proses pelaksanaan praktikum. Fungsi manajemen adalah sebagai rangkaian
kegiatan wajar yang telah ditetapkan dan memiliki hubungan saling
ketergantungan antara satu dengan yang lain.
Sejalan dengan perkembangan jaman, maka para pakar
mengemukakan berbagai fungsi manajemen. Menurut Terry (dalam Salirawati, 2012:
6), fungsi manajemen yaitu Planning, Organizing, Actuating,
dan Controlling yang disingkat POAC. Perencanaan (Planning) merupakan
salah satu bagian yang sangat penting, karena perencanaan yang matang akan
lebih memungkinkan tercapainya tujuan yang diharapkan. Perencanaan adalah
proses penentuan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan cara
dan sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut seefisien dan
seefektif mungkin. Perencanaan sebagai proses menganalisis situasi, menetapkan
tujuan yang akan dicapai di masa yang akan datang dan menentukan
langkah-langkah yang akan diambil untuk mencapai tujuan- tujuan yang ditetapkan
tersebut. Dalam setiap perencanaan selalu terdapat tiga kegiatan yang satu sama
lain saling berhubungan. Ketiga kegiatan tersebut yaitu perumusan tujuan yang
ingin dicapai, pemilihan program untuk mencapai tujuan, dan identifikasi
pengerahan sumber daya yang tersedia.
Perencanaan
dapat pula dianggap suatu seri dari langkah-langkah atau tahapan yang dapat
diikuti secara sistematis. Perencanaan laboratorium IPA meliputi perencanaan
dan pemeliharaan alat-alat dan bahan-bahan serta sarana prasarana, perencanaan
kegiatan yang akan dilaksanakan, serta rencana pengembangan laboratorium. Beberapa hal yang perlu direncanakan dalam
manajemen laboratorium adalah:
a.
Pengadministrasian Alat-alat dan Bahan-bahan Laboratorium.
Tujuan
pengadministrasian alat-alat dan bahan-bahan laboratorium ini adalah agar dapat
dengan mudah mengetahui jenis alat atau bahan yang ada, jumlah masing-masing
alat dan bahan, jumlah pembelian atau tambahan, dan jumlah yang pecah, hilang,
atau habis. Untuk keperluan pencatatan alat dan bahan laboratorium diperlukan
format atau buku perangkat administrasi yang meliputi buku inventaris, kartu
stok, kartu permintaan, peminjaman alat dan bahan, buku catatan harian, kartu
alat dan bahan yang rusak, kartu reparasi, dan format label.
b.
Pengadaan Alat dan bahan laboratorium untuk melengkapi atau mengganti alat dan
bahan yang rusak, hilang, atau habis dipakai. Sebelum pengusulan pengadaan alat
dan bahan, maka perlu dipikirkan tentang percobaan apa yang akan dilakukan,
alat dan bahan apa yang akan dibeli, ada tidaknya dana atau anggaran, prosedur
pembelian dan pelaksanaan pembelian.
c.
Penyimpanan alat dan bahan kimia dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok,
yaitu alat dan bahan yang sering dipakai, alat dan bahan yang jarang dipakai,
alat dan bahan yang berbahaya. Penyimpanan masing-masing alat dan bahan tergantung
pada keadaan dan susunan laboratorium serta fasilitas ruangan. Alat dan bahan
yang sering digunakan sebaiknya diletakkan di lemari yang dapat dibuka dan
diambil sendiri oleh siswa, sehingga efisien waktu dan tenaga. Namun jika pertimbangan
keamanan dan kedisiplinan siswa diragukan, maka jumlah yang tersedia dibatasi.
Bahan-bahan kimia yang beracun, eksplosif atau mudah meledak dan mudah terbakar
sebaiknya ditempatkan terpisah dari bahan yang lain dan diusahakan diletakkan
di tempat yang tidak mudah dilihat siswa. Prinsip dari penyimpanan alat dan
bahan laboratorium adalah alat dan bahan tersebut dalam keadaan aman, mudah dicari
dan diambil sewaktu-waktu dibutuhkan. Oleh karena itu sangat penting bagi guru
sebelum praktikum diadakan dilakukan asistensi, yaitu kegiatan pengenalan mulai
dari pengenalan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum, baik fungsi
dan cara penggunaannya, sampai pada mata praktikum yang akan dijalankan untuk
jangka waktu satu semester dengan penjelasan garis besarnya, serta bagaimana
cara berpraktikum yang baik, tata tertib praktikum, dan format penyusunan laporan
praktikum. Dengan demikian siswa memperoleh bekal yang cukup untuk bekerja di
laboratorium. Hal penting lainnya adalah penanaman kesadaran pada diri siswa
bahwa laboratorium adalah juga bagian dari sekolah yang membantu prestasi
belajar mereka, sehingga mereka harus ikut merawat dan menjaga
Fungsi
manajemen yang kedua adalah pengorganisasian (organizing) yaitu
suatu sistem kerja sama dari kelompok orang, barang, atau unit tertentu tentang
laboratorium untuk mencapai tujuan. Mengorganisasikan laboratorium berarti
menyusun sekelompok orang atau petugas dan sumber daya lain untuk melaksanakan
suatu rencana atau program dalam rangka
mencapai
tujuan yang telah ditetapkan dengan cara yang berdaya guna terhadap
laboratorium.
Pengorganisasian
laboratorium meliputi pengaturan dan pemeliharaan alatalat dan bahan-bahan
laboratorium, pengadaan alat dan bahan, dan menjaga kedisiplinan serta
keselamatan kerja di laboratorium. Orang yang terlibat langsung dalam organisasi
laboratorium adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah urusan kurikulum,
koordinator laboratorium, penanggung jawab teknis laboratorium, laboran, dan
guru-guru mata pelajaran IPA (Kimia, Fisika, Biologi). Tugas kepala sekolah
adalah memberikan bimbingan, motivasi, pemantauan, dan evaluasi kepada seluruh
staf yang terlibat dalam pengelolaan laboratorium, menyediakan dana keperluan
operasional laboratorium. Dalam menjalankan tugas ini dibantu oleh wakil kepala
sekolah urusan kurikulum yang juga bekerja sama dengan koordinator laboratorium
dalam pelaksanaan kegiatan laboratorium. Tugas koordinator laboratorium adalah
mengkoordinasikan masing-masing guru mata pelajaran IPA segala hal yang berkaitan
dengan pelaksanaan kegiatan laboratorium dan mengusulkan kepada penanggung
jawab laboratorium untuk pengadaan alat dan bahan praktikum. Penanggung jawab teknis
laboratorium bertanggung jawab atas kelengkapan administrasi laboratorium,
kelancaran kegiatan laboratorium, mengusulkan kepada kepala sekolah tentang
pengadaan alat dan bahan laboratorium, dan bertanggung jawab atas kebersihan, penyimpanan,
perawatan, dan perbaikan alat-alat laboratorium.
Fungsi
manajemen yang ketiga adalah pelaksanaan (actuating) yaitu
salah satu fungsi manajemen yang sangat penting, karena tanpa pelaksanaan terhadap
apa yang telah direncanakan dan diorganisasikan tidak akan pernah menjadi
kenyataan. Kegiatan laboratorium IPA diartikan sebagai kegiatan yang berkaitan
dengan pengamatan atau percobaan yang menunjang kegiatan belajar-mengajar IPA.
Untuk melaksanakan kegiatan laboratorium IPA perlu perencanaan secara
sistematis agar dicapai tujuan pembelajaran secara optimal.
Adapun
langkah-langkah pelaksanaan kegiatan laboratorium IPA adalah :
a) Setiap
guru IPA pada awal tahun pelajaran baru sebaiknya menyusun program tahunan
sesuai kegiatan laboratorium yang ditandatangani Kepala Sekolah. Tujuan
penyusunan program ini adalah mengidentifikasi kebutuhan alat dan bahan yang
dibutuhkan untuk kegiatan praktikum selama satu tahun dan menyusun jadwal bagi
penanggung jawab teknis untuk ketiga mata pelajaran (Kimia, Fisika, Biologi)
agar tidak terjadi tumbukan dalam pemakaian laboratorium. Selain itu berguna
untuk keperluan supervisi atau pengawasan bagi Kepala Sekolah.
b) Setiap
akan melaksanakan praktikum, setiap guru sebaiknya mengisi format permintaan
dan peminjaman alat yang kemudian diserahkan kepada laboran minimal seminggu
sebelum pelaksanaan, sehingga laboran secara dini dapat mempersiapkan dan
mengecek ada tidaknya alat dan bahan yang dibutuhkan.
c) Setelah
kegiatan laboratorium selesai sebaiknya guru mengisi buku harian untuk
mengetahui kejadian-kejadian selama kegiatan lab serta untuk keperluan
supervisi.
d) Alat
dan bahan yang telah selesai digunakan segera dibersihkan dan disimpan kembali
di tempat semula.
Fungsi laboratorium yang keempat
adalah pengawasan (controlling) yaitu evaluasi terhadap tindakan yang
telah dilakukan dan bila perlu menggunakan pengukuran koreksi sehingga tindakan
tersebut sesuai dengan rencana. Proses pengawasan terdiri atas beberapa tindakan
pokok, yaitu penentuan ukuran sebagai pembanding atau alat ukur untuk menjawab
pertanyaan dari hasil pelaksanaan, pengukuran terhadap tugas yang sudah atau
yang sedang dikerjakan, baik secara lisan maupun tertulis atau pertemuan
langsung dengan petugas, dan perbandingan antara pelaksanaan pekerjaan dengan
pedoman yang telah ditetapkan untuk mengetahui perbedaan yang terjadi dan perlu
tidaknya perbaikan.
Ada
beberapa prinsip dasar pengawasan yang harus diterapkan agar manajemen
laboratorium menjadi baik, yaitu:
a) Pengawasan
bersifat membimbing dan membantu mengatasi kesulitan dan bukan mencari
kesalahan. Kepala sekolah harus menfokuskan perhatian pada usaha mengatasi
hambatan yang dihadapi guru, bukan sekedar mencari kesalahan. Kekeliruan guru
harus disampaikan kepada kepala sekolah sendiri dan tidak di depan orang lain.
b) Bantuan
dan bimbingan diberikan secara tidak langsung, artinya diupayakan agar yang
bersangkutan mampu mengatasi sendiri, sedangkan Kepala Sekolah hanya membantu.
Hal ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri yang pada akhirnya
menumbuhkan motivasi kerja yang lebih baik.
c) Balikan atau saran perlu segera diberikan,
agar yang bersangkutan dapat memahami dengan jelas keterkaitan antara balikan
dan saran tersebut dengan kondisi yang dihadapi. Dalam memberikan balikan
sebaiknya dalam bentuk diskusi, sehingga terjadi pembahasan terhadap masalah
yang terjadi secara bersama. Pengawasan dilakukan secara periodik atau berkala,
artinya tidak menunggu sampai terjadi hambatan. Kehadiran kepala sekolah dapat
menumbuhkan dukungan moral bagi guru yang sedang mengerjakan tugas. Pengawasan
dilaksanakan dalam suasana kemitraan, agar guru dengan mudah dan tanpa takut
menyampaikan hambatan yang dihadapi.
Berdasarkan
ulasan diatas, terdapat 3 pertanyaan yaitu :
1) Bagaimana
fungsi manajemen laboratorium yang ada di sekolahmu ? (sebutkan nama sekolahmu)
2) Siapa
yang berperan dalam menjalankan fungsi manajemen laboratorium IPA ?
3) Menurut
kamu, apa saja yang harus diperhatikan dalam manajemen laboratorium agar aktivitas
laboratorium berjalan dengan baik ?
menanggapi pertanyaan No 2 Siapa yang berperan dalam menjalankan fungsi manajemen laboratorium IPA ?
BalasHapusmenurut saya yaitu
a. Kepala Sekolah
b. Wakil Kepala Sekolah
c. Koordinator Laboratorium
d. Penanggung jawab Laboratorium
e. Laboran
Menanggapi pertanyaan nomor 1, Nama sekolah tempat saya mengajar SMP Insan Madani Boarding School Jambi, Manajemen disana terdiri dari kepala labor, dan 3 guru. Disana manajemennya belum tertata dengan baik, kepala labor belum memenuhi SOP nya, contohnya normal fungsi kepala labor adalah mengatur jadwal untuk menggunakan lab, tetapi disana belum diterapkan kelas siapa yang cepat masuk kelabor, mereka yang menggunakan ruangan tersebut.
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab pertanyaan no 2 yaitu, Siapa yang berperan dalam menjalankan fungsi manajemen laboratorium IPA ? Peran semua pihak yang bersangkutan sangat diperlukan dalam organisasi laboratorium. Dimulai dari Kepala Laboratorium yang bekerja sama dengan kepala sekolah dalam mengkoordinir segala kegiatan dilaboratorium. Dilanjutkan dengan guru yang mengajar saat kegiatan pratikum dibantu oleh laboran serta teknisi yang ada
BalasHapusAssalamualaikum wr.wb
BalasHapusSaya menanggapi pertanyaan no 2.
Siapa yang berperan dalam menjalankan fungsi manajemen laboratorium IPA ? Semua tenaga yang ikut serta dalam pengelolaan labor seperti kepala sekolah. Guru ipa, laboran, dan semua stap yang ada di dalm sekolah
Terima kasih
saya menanggapi pertanyaanno 2. Yang berperan dalam menjalankan fungsi manajemen laboratorium adalah seluruh struktur organisasi yang telah dibuat di laboratorium yaitu: Kepala sekolah, kepala labor, laboran dan teknisi, guru bidang studi dan peserta didik.
BalasHapusTerimakasih ulasannya. Terkait pertanyaan terakhir Menurut kamu, apa saja yang harus diperhatikan dalam manajemen laboratorium agar aktivitas laboratorium berjalan dengan baik ? Banyak hal yg berpengaruh untuk aktivitas lab, diantaranya tataruang yg efektif, organisasi lab, alat dan bahan yg ada, infrastruktur yg mndukung dan msh banyak hal lainnya.. Selama hal2 tersebut berjalan efektif maka aktifitas lab akan maksimal pula. Terimakasih
BalasHapusSiapa yang berperan dalam menjalankan fungsi manajemen laboratorium IPA ?
BalasHapusKepala sekolah, Guru IPA, Kepala Labor, Teknisi/Laboran, peserta didik, dinas terkait/pengawas dan Lingkungan Sekolah.
Siapa yang berperan dalam menjalankan fungsi manajemen laboratorium IPA ?
BalasHapustim lab yg telah terstruktur di organinasi lab.
dengan tim organisasi lab tersebut maka mereka bertanggung jawab dlam mutu lab
Menanggapi pertanyaan ke dua. Siapa yang berperan dalam menjalankan fungsi manajemen laboratorium IPA ?
BalasHapusMenurut saya yang berperan untuk menjalankan Fungsi manajemen Laboratorium IPA adalah Kepala Sekolah, Kepala Laboratorium, Guru IPA, Teknisi, dan Laboran serta peserta didik dalam melaksanakan praktikum.
Salam
Agung Laksono
Menanggapi pertanyaan No.2 mengenai Siapa yang berperan dalam menjalankan fungsi manajemen laboratorium IPA ?
BalasHapus-menurut saya, sebaiknya semua personel/staf lab ikut berpartisipasi baik dari yg jabatannya tinggi hingga yg rendah, dan semua personel bisa menjalankannya tugas pokok dan fungsinya masing-masing agar lab bisa berjalan dengan baik dan efektif.
Terima kasih.
Menaggapi pertanyaan no 2.
BalasHapusMenurut saya yang berperan dalam menjalankan fungsi manajemen laboratorium adalah semua pihak yang berada disekolah terutama personil-personil yang terbentuk dalam struktur organisasi laboratorium yang harus bertanggung jawab dan konsisten dalam menjalankan tugasnya masing-masing agar fungsi manajemen laboratorium dapat berjalan sesuai dengan harapan.Siswa juga berperan dalam menjalankan fungsi manajemen laboratorium IPA pada pelaksanaan praktikum,
Menanggapi pertanyaan nomor 3, agar menejemen lab berjalan dgn baik langkah-langkah yg perlu diperhatikan meliputi, perncanaan, pelaksanaan, pengendalian, serta penyempurnaan (P4) seluruh aspek yg berkaitan dengan laboratorium .
BalasHapusMenanggapi pertanyaan nomor dua. Manajemen di laboratorium(sekolah) berada dibawah tanggungjawab Kepala sekolah, wakil bidang sarana dan prasarana,kepala laboratorium ( biasanya guru bidang studi) serta laboran yang ditugaskan khusus di laboratorium tersebut. Terima kasih
BalasHapusSiapa yang berperan dalam menjalankan fungsi manajemen laboratorium IPA ?
BalasHapusmenanggapi pertanyaan ini semua yang yang terstruktur dalam organisasi laboratorium ikut dalam menjalan kan fungsi manajemen laboratorium dibawah kendali kepala sekolah
Menanggapi no 3
BalasHapusDisini lah perlunya supervisor. Artinya unit kerja pengawas ditetapkan dalam manjemen labor, hal ini kepala sekolah yang menjadi pengawas kenierja kerja manajemen labor, namun sebagai pengelola labor yang baik mampu menjadi supervisor sendiri bagi manjemen labornya tersebut
menanggapi pertanyaan no 2, yang berperan dalam menjalankan fungsi manajemen laboratorium IPA ? merut saya kepala sekolah, laboran, guru idang studi.
BalasHapusMenurut saya yang harus diperhatikan dalam manajemen laboratorium agar aktivitas laboratorium berjalan dengan baik adalah SOP nya. Harus sesuai dengan standar internasional.
BalasHapusmenanggapi pertanyaan no 2 Siapa yang berperan dalam menjalankan fungsi manajemen laboratorium IPA ?, yang berperan dalam fungsi manajemen sama dengan manajemen mutu yaitu kepala sekolah, kepala labor, teknisi, laboran, serta guru-guru bidang studi IPA
BalasHapus