PEMUSNAHAN REAGEN TIDAK TERPAKAI
Reagen adalah zat atau senyawa yang ditambahkan untuk
melihat jika reaksi terjadi. Meskipun istilah reaktan dan reagen sering
digunakan secara bergantian, reaktan adalah lebih khusus zat yang dikonsumsi
dalam proses reaksi kimia. Pelarut., meskipun mereka terlibat dalam reaksi
biasanya tidak disebut sebagai reaktan.
Kata-kata "reagen" dan "reaktan"
dapat digunakan secara bergantian. Reaksi kimia terjadi ketika dua atau lebih
reaktan digabungkan bersama-sama. Reaktan harus hadir untuk menciptakan reaksi
kimia, tanpa mereka tidak akan ada reaksi. Untuk proses kimia yang terjadi,
pelarut dan katalis yang diperlukan. Katalis tetap tidak berubah setelah setiap
reaksi tapi benar-benar mengubah waktu reaksi akan terjadi. Pelarut adalah zat
yang mengurangi padat dan menghasilkan jenis solusi. Reagen ini juga dapat
digunakan dalam pengujian dan menganalisis bahan kimia.
Reagen adalah sebuah pelarut yang digunakan untuk
mengetes atau mengukur keberadaan reaksi kimia di suatu zat. Reagen terbagi
menjadi dua bagian yaitu reagen alami dan reagen kimia. Reagen kimia adalah
reagen yang dibuat oleh tangan manusia untuk kepentingan orang banyak sedangkan
reagen alami reagen yang sudah ada pada zat tersebut.
Metode-metode dalam pemusnahan reagen yang tidak
terpakai adalah sebagai berikut :
·
Pembuangan langsung
dari laboratorium.
Metoda pembuangan langsung ini dapat diterapkan untuk
bahan-bahan biologi yang dapat larut dalam air. Bahan-bahan biologi yang dapat
larut dalam air dibuang langsung melalui bak pembuangan limbah laboratorium.
Untuk bahan sisa yang mengandung asam atau basa harus dilakukan penetralan,
selanjutnya baru bisa dibuang. Untuk bahan sisa yang mengandung logam-logam
berat dan beracun seperti endapannya harus dipisahkan terlebih dahulu. Kemudian
cairannya dinetralkan dan dibuang.
· Netralisasi
Limbah
yang bersifat asam dinetralkan dengan basa seperti kapur tohor, CaO atau
Ca(OH)2Sebaliknya, limbah yang bersifat basa dinetralkan dengan asam seperti
H2SO4 atau HCI.
·
Pengendapan/sedimentasi,
koagulasi dan flokulasi
Kontaminan
logam berat dalam ciaran diendapkan dengan tawas/FeC13, Ca(OH)2/CaO karena
dapat mengikat As, Zn, Ni. Mn dan Hg.
·
Reduksi-Oksidasi
Terhadap
zat organik toksik dalam limbah dapat dilakukan reaksi reduksi oksidasi
(redoks) sehingga terbentuk zat yang kurang/tidak toksik.
·
Penukaran ion
Ion
logam berat nikel, Ni dapat diserap oleh kation, sedangkan anion beracun dapat
diserap oleh resin anion.
·
Metode Desinfeksi
Penanganan
limbah (terutama cair) dengan cara penambahan bahan-bahan kimia yang dapat
mematikan atau membuat kuman-kuman penyakit menjadi tidak aktif.
·
Metode Pengenceran
(Dilution)
dengan
cara mengencerkan air limbah sampai mencapai konsentrasi yang cukup rendah,
kemudian baru dibuang ke badan-badan air. Kerugiannya ialah bahan kontaminasi
terhadap badan-badan air masih tetap ada, pengendapan yang terjadi dapat
menimbulkan pendangkalan terhadap badan-badan air seperti selokan, sungai dan
sebagainya sehingga dapat menimbulkan banjir.
Pertanyaan :
1.
Bagaimana dampak jikalau reagen yang
sudah kadaluarsa dibiarkan begitu saja dalam jangka waktu yang lama ?
2.
Bagaimana penanganan reagen yang tidak
terpakai yang ada di sekolahmu atau kampusmu?
3.
Apakah ada perbedaan penanganan antara
reagen dan alat yang sudah tidak terpakai lagi, ataukah menurut anda sama saja
?
Menanggapi pertanyaan nomor 1, reagen yg telah melewati batas pemakaian harus segera dimusnahkan, krn jika mendadak ada praktikan yg tidak tau telah kadaluarsa kemudian memakainya dikhawatirkan akan menimbulkan reaksi berbahaya bahkan ledakan dlm praktikum, trimakasih
BalasHapusMenanggapi pertanyaan no 3 tentu ada perbedaan penanganan Antara reagent Dan alat yg tidal terpakai yg dimana beda fungsi tenth beds penangananya
BalasHapusMenanggapi pertanyaan nomor 1. Reagen yang lama tidak terpakai dan dibiarkan begitu aja, biasanya mengalami proses kimiawi. Misalnya menimbulkan karat pada wadahnya, atau menimbulkan bau tidak sedap dan berbahaya bagi pernafasan. Selain itu reagen yang tidak terpakai, bisa saja tanpa sengaja disalahgunakan oleh praktikan yang tidak memahami zat zat kimia,.
BalasHapusTerima kasih
MEnanggapi pertanyaan no 1.
BalasHapusBagaimana dampak jikalau reagen yang sudah kadaluarsa dibiarkan begitu saja dalam jangka waktu yang lama ?
Menurut pengalaman saya reagen yang kadarluarsa akan menimbulkan bau yang menyengat dan memnungkinkan reagen tersebut bereaksi dan menimbulkan bahaya serta jika praktikan tidak memperhatikan tanggal kadarluarsa reagen tersbut maka akan digunakan pada praktikum dan akan menimbulkan suatu bahaya.
Soal no 3.
BalasHapusMenurut saya ada yg sama dan ada yg tidak,
Contohnya pemusnahan alat suntik. Utk jarum suntiknya di musnahkan dg alat khusus, setelah itu tabung suntiknya di musnahkan dengan cara pembakaran dengan incinerator.