Minggu, 29 April 2018


PEMUSNAHAN  REAGEN TIDAK TERPAKAI

Reagen adalah zat atau senyawa yang ditambahkan untuk melihat jika reaksi terjadi. Meskipun istilah reaktan dan reagen sering digunakan secara bergantian, reaktan adalah lebih khusus zat yang dikonsumsi dalam proses reaksi kimia. Pelarut., meskipun mereka terlibat dalam reaksi biasanya tidak disebut sebagai reaktan.
Kata-kata "reagen" dan "reaktan" dapat digunakan secara bergantian. Reaksi kimia terjadi ketika dua atau lebih reaktan digabungkan bersama-sama. Reaktan harus hadir untuk menciptakan reaksi kimia, tanpa mereka tidak akan ada reaksi. Untuk proses kimia yang terjadi, pelarut dan katalis yang diperlukan. Katalis tetap tidak berubah setelah setiap reaksi tapi benar-benar mengubah waktu reaksi akan terjadi. Pelarut adalah zat yang mengurangi padat dan menghasilkan jenis solusi. Reagen ini juga dapat digunakan dalam pengujian dan menganalisis bahan kimia.
Reagen adalah sebuah pelarut yang digunakan untuk mengetes atau mengukur keberadaan reaksi kimia di suatu zat. Reagen terbagi menjadi dua bagian yaitu reagen alami dan reagen kimia. Reagen kimia adalah reagen yang dibuat oleh tangan manusia untuk kepentingan orang banyak sedangkan reagen alami reagen yang sudah ada pada zat tersebut.

Metode-metode dalam pemusnahan reagen yang tidak terpakai adalah sebagai berikut :

·        Pembuangan langsung dari laboratorium.
Metoda pembuangan langsung ini dapat diterapkan untuk bahan-bahan biologi yang dapat larut dalam air. Bahan-bahan biologi yang dapat larut dalam air dibuang langsung melalui bak pembuangan limbah laboratorium. Untuk bahan sisa yang mengandung asam atau basa harus dilakukan penetralan, selanjutnya baru bisa dibuang. Untuk bahan sisa yang mengandung logam-logam berat dan beracun seperti endapannya harus dipisahkan terlebih dahulu. Kemudian cairannya dinetralkan dan dibuang.

·    Netralisasi
Limbah yang bersifat asam dinetralkan dengan basa seperti kapur tohor, CaO atau Ca(OH)2Sebaliknya, limbah yang bersifat basa dinetralkan dengan asam seperti H2SO4 atau HCI.
·        Pengendapan/sedimentasi, koagulasi dan flokulasi
Kontaminan logam berat dalam ciaran diendapkan dengan tawas/FeC13, Ca(OH)2/CaO karena dapat mengikat As, Zn, Ni. Mn dan Hg.
·        Reduksi-Oksidasi
Terhadap zat organik toksik dalam limbah dapat dilakukan reaksi reduksi oksidasi (redoks) sehingga terbentuk zat yang kurang/tidak toksik.
·        Penukaran ion
Ion logam berat nikel, Ni dapat diserap oleh kation, sedangkan anion beracun dapat diserap oleh resin anion.
·        Metode Desinfeksi
             Penanganan limbah (terutama cair) dengan cara penambahan bahan-bahan kimia yang dapat mematikan atau membuat kuman-kuman penyakit menjadi tidak  aktif.
·        Metode Pengenceran (Dilution)
dengan cara mengencerkan air limbah sampai mencapai konsentrasi yang cukup rendah, kemudian baru dibuang ke badan-badan air. Kerugiannya ialah bahan kontaminasi terhadap badan-badan air masih tetap ada, pengendapan yang terjadi dapat menimbulkan pendangkalan terhadap badan-badan air seperti selokan, sungai dan sebagainya sehingga dapat menimbulkan banjir.
Pertanyaan :
1.     Bagaimana dampak jikalau reagen yang sudah kadaluarsa dibiarkan begitu saja dalam jangka waktu yang lama ?
2.     Bagaimana penanganan reagen yang tidak terpakai yang ada di sekolahmu atau kampusmu?
3.     Apakah ada perbedaan penanganan antara reagen dan alat yang sudah tidak terpakai lagi, ataukah menurut anda sama saja ?

5 komentar:

  1. Menanggapi pertanyaan nomor 1, reagen yg telah melewati batas pemakaian harus segera dimusnahkan, krn jika mendadak ada praktikan yg tidak tau telah kadaluarsa kemudian memakainya dikhawatirkan akan menimbulkan reaksi berbahaya bahkan ledakan dlm praktikum, trimakasih

    BalasHapus
  2. Menanggapi pertanyaan no 3 tentu ada perbedaan penanganan Antara reagent Dan alat yg tidal terpakai yg dimana beda fungsi tenth beds penangananya

    BalasHapus
  3. Menanggapi pertanyaan nomor 1. Reagen yang lama tidak terpakai dan dibiarkan begitu aja, biasanya mengalami proses kimiawi. Misalnya menimbulkan karat pada wadahnya, atau menimbulkan bau tidak sedap dan berbahaya bagi pernafasan. Selain itu reagen yang tidak terpakai, bisa saja tanpa sengaja disalahgunakan oleh praktikan yang tidak memahami zat zat kimia,.
    Terima kasih

    BalasHapus
  4. MEnanggapi pertanyaan no 1.
    Bagaimana dampak jikalau reagen yang sudah kadaluarsa dibiarkan begitu saja dalam jangka waktu yang lama ?
    Menurut pengalaman saya reagen yang kadarluarsa akan menimbulkan bau yang menyengat dan memnungkinkan reagen tersebut bereaksi dan menimbulkan bahaya serta jika praktikan tidak memperhatikan tanggal kadarluarsa reagen tersbut maka akan digunakan pada praktikum dan akan menimbulkan suatu bahaya.

    BalasHapus
  5. Soal no 3.

    Menurut saya ada yg sama dan ada yg tidak,
    Contohnya pemusnahan alat suntik. Utk jarum suntiknya di musnahkan dg alat khusus, setelah itu tabung suntiknya di musnahkan dengan cara pembakaran dengan incinerator.

    BalasHapus